Senin, 17 September 2012

Bagian 2

Bagian 2

Sesampainya di rumah aku menemukan rumah yang sudah berantakan. Aku langsung teringat nenekku yang tadi pagi sedang istirahat. Seketika itu aku menangis sesenggukan, derai air matapun tak henti-hentinya kusapu dari pipiku. Mulutku selalu memanggil nenek satu-satunya keluargaku. Ya Tuhan dimanakah nenekku? Nenek, semoga engkau selalu dilindungiNya.

Akupun bagaikan nelayan yang kehilangan arah sehingga tidak tahu kemana tujuan hidup. Sepertinya hidup ini menjadi tidak berarti.Aku merasa ada penyesalan, tidak dapat menjaga nenekku dengan baik.

Hari berganti hari, akupun menyusuri hutan dan mencari tempat tinggal yang baru. Ku temukan sebuah gua kecil. Aku sangat bersyukur sekali, akhirnya aku tidak lagi tidur beratapkan langit dan beralaskan tanah, walau jika kupandang langit itu begitu indah dan selalu membuatku takjub atas keagungan Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar